Haru di Gontor, Kala Sorban Palestina Sentuh Pundak Presiden

By Admin


Dok. Setneg

nusakini.com, Suasana haru menyelimuti perayaan seabad sebuah pondok pesantren ternama di Jawa Timur pada perhelatan yang berlangsung pekan ini. Perhatian ribuan pasang mata langsung tertuju pada momen emosional antara Presiden Prabowo Subianto dengan Duta Besar Palestina Abdalfatah A.K. Al-Sattariutusan.

Utusan diplomatik tersebut melangkah pasti untuk mengalungkan sehelai sorban yang menjadi simbol identitas negerinya ke pundak sang Presiden. Sentuhan kain persahabatan itu seketika membangkitkan ingatan batin pemimpin Indonesia terhadap tragedi kemanusiaan yang belum juga menemui ujungnya.

Di hadapan ribuan santri dan ulama, nada bicara sang pemimpin terdengar bergetar saat mengisahkan penderitaan warga yang sedang berada di zona perang. Realitas pahit mengenai keterbatasan kapasitas negara saat ini dalam menolong sesama muslim menjadi pukulan moral tersendiri baginya.

Ia tampak tidak kuasa menyembunyikan rasa bersalah karena belum bisa menghentikan tragedi yang terus merenggut banyak nyawa tak berdosa. “Saya minta maaf, tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina, mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus, dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka,” ungkapnya lirih.

Kesedihan mendalam itu kemudian diubahnya menjadi sebuah lecutan motivasi bagi para penerus bangsa yang tengah menimba ilmu agama di tempat tersebut. Kisah kelam penjajahan masa lalu sengaja diungkit kembali agar generasi masa depan tidak jatuh pada lubang kelemahan yang sama.

Para tenaga pendidik dan tokoh agama diminta mengambil peran aktif dalam menumbuhkan keberanian serta kesadaran kolektif dari para santri binaannya. “Saya berharap dari generasi penerus, dari ustaz-ustaz, dari ulama-ulama untuk bisa membangunkan keberanian untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri,” pesannya penuh harap. (*)